Ketahanan Pangan dan Teknologi Informasi

Negara kita terkenal sebagai negara agraris beberapa tahun silam. Ya, sebutan negara agraris memang sudah tak cocok lagi dengan Indonesia, karena sekarang Indonesia lebih mengarah ke negara Industrial ketimbang menjadi negara penghasil hasil tani dan hasil ternak, bahkan kita kalah dengan Australia soal peternakan sapi nya dan bahkan kita kalah soal ternak potong halal dari Thailand. Mengapa kita bisa kehilangan jati diri menjadi negara agraris? Menurut pengamatan saya yang tinggal di pedesaan dan lahir dari keluarga petani dan peternak, orang tua dan Kakek kami lebih rela menjual tanah, sawah dan kolam ikannya untuk anaknya yang kuliah dengan syarat tidak mengambil kejuruan pertanian dan peternakan dan sejenisnya. Orang tua dan Kakek kami melarang untuk meneruskan pekerjaan mereka karena penghasilan sebagai petani yang kurang layak diperburuk dengan tengkulak yang sering kali membeli hasil tani begitu murah dan menjualnya hinggal 10x lipat, padahal diluar negeri sana saya sering mendengar begitu sejahteranya kehidupan petani.

Saya memiliki kenalan pengusaha yang bergerak dibidang teknologi pertanian yang berasal dari North Carolina yang merupakan klien saya, mereka meminta bantuan saya untuk membuatkan desain situs dan aplikasi ponsel, aplikasi yang kami desain adalah aplikasi pertanian tentang statistik pembibitan dan data lainnya, semua data tersebut disimpan dalam cloud server.

Salah satu halaman awal aplikasi mereka yang di berinama CropOS

Menurut klien saya, aplikasi ini digunakan untuk customernya yang membutuhkan data statistik perkebunannya, data ini diambil dari perangkat Internet of Things dengan berbagai sensor, dengan data yang terkumpul dapat digunakan untuk menentukan langkah selanjutnya, memprediksi gagal panen, meningkatkan kualitas produksi dan banyak lagi manfaatnya, mungkin akan kita bahas di artikel selanjutnya setelah saya mendapatkan izin, jika penasaran anda boleh mengunjungi situs mereka di bensonhillbio.com

Selain itu, banyak anak bangsa yang sudah memulai menerapkan teknologi untuk para petani dan peternakan di Indonesia salah satunya iGrow membantu para investor berinvestasi dalam bentuk bercocok tanam, atau eFishery perangkat IoT yang membantu para peternak ikan untuk memberi pakan ikannya dengan lebih efisien dan mudah. Ya, kedua startup ini mendapatkan respon positif dari pemerintah sampai para investor, semoga banyak para ahli IT yang tergerak untuk membuat inovasi dengan teknologi untuk meningkatkan ketahanan pangan Indonesia dan mengembalikan sebutan negara agraris. Oh iya, saya sedang mencari partner untuk membuat suatu alat yang mungkin berguna untuk pertanian di Indonesia, jika tertarik bekerja sama dan mungkin anda tertarik silahkan hubungi saya di willy[at]syntac.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *